7 Januari 2025 — Dalam rangka mendukung pelestarian khazanah budaya Nusantara, khususnya manuskrip dan naskah kuno, Yayasan Pustaka Loka Manuskripedia melalui platform digital Manuskripedia.id menyelenggarakan Webinar Sesi #1 bertema “Mengenal Angka dan Hitungan Hari dalam Naskah Petangan Jawa”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan berhasil menarik partisipasi sebanyak 48 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif edukatif Manuskripedia.id dalam mengenalkan kembali warisan intelektual dan spiritual masyarakat Nusantara kepada publik luas, terutama generasi muda. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat membangun kesadaran akan pentingnya memahami tradisi dan kearifan lokal yang tersimpan dalam manuskrip-manuskrip klasik, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang begitu pesat.
Webinar dimulai pukul 19.30 WIB dan dipandu oleh Bustanul Habibi dari Tim Manuskripedia.id sebagai moderator. Kegiatan resmi dibuka dengan sambutan oleh Wahyu Muryadi, pendiri Manuskripedia.id, yang dalam opening speech-nya menyampaikan latar belakang pendirian platform ini sebagai upaya konkret pelestarian budaya berbasis literasi manuskrip. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kembali memahami naskah-naskah tradisional sebagai sumber pengetahuan dan nilai-nilai lokal. Ia juga menyoroti peran krusial generasi muda dalam menjaga dan merevitalisasi warisan leluhur di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Materi utama webinar disampaikan oleh Supriadi, S.Fil., seorang akademisi sekaligus peneliti naskah-naskah Jawa klasik. Dalam presentasinya, Supriadi mengupas tuntas tentang sistem angka dan hitungan hari dalam tradisi petangan Jawa, yang tercermin antara lain dalam Kalender Sultan Agung. Beliau menjelaskan tentang filosofi angka dan hari dalam sistem penanggalan tradisional Jawa dan kaitannya dengan aspek spiritualitas serta kosmologi lokal, fungsi naskah petangan sebagai pedoman dalam menentukan hari baik untuk kegiatan ritual, pernikahan, hingga pertanian. Serta, relevansi budaya petangan dalam konteks masyarakat modern, khususnya dalam mempertahankan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Materi disampaikan secara interaktif dan dilengkapi dengan sejumlah contoh konkret dari naskah kuno, yang semakin memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya ilmu petangan dalam kehidupan masyarakat tradisional Jawa.
Setelah pemaparan materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis dan partisipatif. Para peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan, mulai dari pertimbangan teologis dalam sistem petangan, keterkaitan dengan budaya lain di Nusantara, hingga tantangan dalam mendigitalisasi naskah-naskah kuno tersebut. Diskusi ini menunjukkan bahwa meskipun bersifat tradisional, ilmu dalam naskah petangan masih memiliki relevansi dan daya tarik tersendiri dalam konteks kontemporer.
Webinar ditutup pada pukul 22.00 WIB dengan pernyataan penutup dari tim Manuskripedia.id yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi titik awal untuk menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam manuskrip Nusantara. Seluruh peserta memperoleh sertifikat keikutsertaan, dan beberapa peserta terpilih juga menerima merchandise eksklusif dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Melalui kegiatan ini, Manuskripedia.id menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pelestarian budaya Nusantara dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis teknologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada akademisi, peneliti, komunitas budaya, dan masyarakat umum untuk turut serta dalam upaya merawat warisan intelektual bangsa.
