Jakarta, 26 September 2025, Yayasan Pustaka Loka Manuskripedia kembali menggelar webinar kebudayaan dengan tema “Sastra dari Timur: Menyelami Jiwa Nusantara yang Tenggelam” pada Kamis, 25 September 2025. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Manuskripedia ini menghadirkan Dr. Risman Iye, S.Pd., M.Hum., dosen Universitas Iqra Buru, sebagai narasumber utama.

Webinar yang diikuti 38 peserta dari berbagai daerah ini menyoroti kekayaan khazanah sastra di wilayah Timur Indonesia yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Dalam sambutan pembukaan, Founder Manuskripedia Wahyu Muryadi yang diwakili Diaz Nawaksara menegaskan pentingnya sastra sebagai pintu masuk memahami jati diri bangsa. Ia menyebut sastra Timur memiliki potensi besar namun masih “tenggelam” dalam narasi kebudayaan nasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Risman Iye menguraikan tiga pokok penting. Pertama, corak kesastraan Timur yang kaya akan tradisi lisan seperti pantun, hikayat, legenda, dan syair yang sarat nilai komunitas, spiritualitas, dan mitologi lokal. Kedua, sejarah perkembangan sastra Timur yang berakar dari kerajaan lokal, diperkaya interaksi budaya dan agama, hingga pengaruh kolonialisme. Ketiga, tantangan di era mendatang, yakni minimnya dokumentasi, menurunnya minat generasi muda, dan terbatasnya dukungan riset serta kebijakan.
Meski demikian, Dr. Risman optimis dengan peluang revitalisasi melalui teknologi digital, gerakan literasi komunitas, serta kolaborasi akademisi. “Sastra bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi untuk membangun peradaban bangsa,” ujarnya menutup diskusi.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan isu strategis seputar integrasi sastra lokal ke kurikulum pendidikan, digitalisasi naskah, hingga upaya menghidupkan kembali minat generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Manuskripedia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang dialog kebudayaan serta memperjuangkan agar sastra Timur mendapatkan panggung yang layak dalam khazanah sastra nasional. Lebih jauh, webinar ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya gerakan bersama lintas daerah dan lintas generasi untuk menjaga warisan sastra Nusantara. Dengan menghubungkan tradisi lisan, penelitian akademis, dan teknologi digital, Indonesia dapat menghadirkan sastra Timur sebagai bagian penting dari diplomasi budaya sekaligus memperkaya identitas kebangsaan di era global.